Senin, 28 Oktober 2013

Perkembangan Bioteknologi

A. Perkembangan Bioteknologi
Penerapan bioteknologi sudah dilakukan orang sejak dulu, misalnya dalam pembuatan makanan fermentasi dan pembuatan obat. Makanan dan minuman hasil fermentasi, seperti tempe, tape, bir, yoghurt, dan cuka. Dengan bioteknologi dihasilkan obat-obatan, seperti vaksin hepatitis, antibiotik, dan hormon insulin. Tahun 1797, Edward Jenner menggunakan mikroorganisme hidup untuk menghasilkan vaksin penyakit cacar. Beberapa penerapan bioteknologi oleh para ahli dapat kamu lihat pada tabel berikut.


Tabel 6.1 Perkembangan Penerapan Bioteknologi
No.TahunPenerapan Bioteknologi
1.1750 – 1850Orang telah menggunakan cara penanaman kacang-kacangan secara bergantian sehingga tanah menjadi subur.
2.1850Makanan hewan dan baja kimia telah dihasilkan.
3.1856Gregor Mendel berhasil menyilangkan sifat-sifat tanaman kacang kapri.
4.1864Louis Pasteur menemukan bahwa mikroorganisme bisa dimatikan.
5.1893Robert Koch menciptakan teknik mengkultur bakteri.
6.1928Alexander Fleming menemukan penisilin.
7.1953Watson dan Crick mengemukakan struktur DNA
8.1973Gen diambil dan dipisahkan dari sel.
9.1996Ian Wilmut dan teman-teman berhasil mengkloning hewan.
Saat ini, bioteknologi dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit pada seseorang secara dini. Bioteknologi dibagi menjadi dua macam, yaitu bioteknologi sederhana (konvensional) dan bioteknologi modern.
Dalam bioteknologi, manusia memanfaatkan sel hewan dan sel tumbuhan atau mikroorganisme, misalnya jamur, bakteri, dan kapang. Penerapan bioteknologi didukung oleh berbagai ilmu, seperti mikrobiologi (cabang biologi yang mempelajari mikroba atau jasad renik), biologi sel (mempelajari sel), genetika (cabang biologi yang mempelajari sifat-sifat keturunan), dan biokimia (cabang ilmu kimia yang mempelajari aspek kimia pada makhluk hidup).
1.    Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang menggunakan organisme atau mikroba untuk menghasilkan suatu senyawa kimia atau produk dengan aktivitas-aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.
Ciri-ciri bioteknologi konvensional adalah:
  1. Dikenal sejak awal peradaban manusia.
  1. Menggunakan secara langsung hasil yang diproduksi organisme atau mikroorganisme berupa senyawa kimia atau bahan pangan tertentu yang bermanfaat bagi manusia.
  1. Peralatan yang digunakan sederhana.
  1. Pemanfaatan mikroorganisme terbatas.
2.    Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang memanfaatkan biologi molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia.
Rekayasa genetika adalah teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang memiliki keunggulan secara genetik. Sedangkan, rekayasa biokimia seperti penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan mikroorganisme untuk proses biologis tertentu supaya tidak terkontaminasi mikroorganisme lain.
Ciri-ciri bioteknologi modern adalah:
  1. Mulai berkembang sejak ditemukan DNA.
  1. Organisme atau mikroorganisme digunakan untuk memperbaiki serta meningkatkan kinerja genetik suatu organisme yang bermanfaat bagi manusia.
  1.  Peralatan yang digunakan sudah modern.
  1. Pemanfaatan mikroorganisme ditambah dengan teknologi modern    
B. Peranan Mikroorganisme dalam Bioteknologi Penerapan bioteknologi dalam kehidupan, biasanya menggunakan mikroorganisme. Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan bioteknologi di berbagai bidang kehidupan. Peranan mikroorganisme dalam berteknologi adalah sebagai berikut.1. Penghasil Makanan atau Minuman
Mikroorganisme dapat dimanfaatkan untuk membuat tempe, oncom, makanan, tuak, cuka, dan kecap. Saat ini, pembuatan bahan makanan tersebut dikembangkan secara ilmiah dengan menggunakan teknologi yang lebih maju sehingga menghasilkan produk yang berkualitas, seperti bir, anggur, yoghurt, roti, keju, dan nata de coco. Proses pembuatan tempe masih perlu ditingkatkan dengan berbagai penelitian karena tempe memiliki kandungan zat gizi tinggi, terutama protein nabati dan memiliki beberapa khasiat antara lain menurunkan kolesterol darah.
Gambar 6.2 Makanan yang dihasilkan dengan bioteknologi
Gambar 6.2 Makanan yang dihasilkan dengan bioteknologi
Beberapa jamur juga dapat digunakan menghasilkan zat warna, misalnya jamur Neurospora sitophila sebagai penghasil warna merah dan orange, digunakan untuk membuat oncom. Bahan pewarna yang alami untuk makanan lebih aman dibandingkan pewarna sintetik karena pada umumnya pewarna sintetik dapat menyebabkan keracunan.
Contoh mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan produk makanan, antara lain:
  • Rhizopus oligospurus (pembuatan tempe)
  • Acetobacter xylinum (pembuatan nata de coco)
  •  Saccharomyces cerevisiae (pembuatan roti dan tapai)
  • Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti (keju)
  •  Aspergillus wentii (pembuatan kecap)
  • Lactobacillus bulgaricus (keju dan yoghurt)
Gambar 6.3 Mikroorganisme yang membantu pembuatan.png
Gambar 6.3 Mikroorganisme yang membantu pembuatan

2. Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)
Mikroorganisme, seperti ganggang, jamur, maupun bakteri, dapat menghasilkan protein. Protein ini berada di dalam sel, bukan merupakan bahan yang disekresikan oleh sel.

x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar